Rabu, 04 Mei 2011

Proposal Dana Bantuan Korban Banjir Sape 2011

Kata Pengantar


Bismillahirrahmannirrahim Puji syukur kami haturkan ke haribaan Allah SWT, karena berkat rahmat, inayah dan hidayah-Nya kami dapat menyusun dan menghadirkan sebuah proposal penggalangan Dana Bantuan Korban Banjir yang melanda Sape-Bima Bulan April 2011. Selanjut “Innaalillahi Wainnaailaihi Raajiun” sesungguhnya Allah SWT. Menurunkan cobaan dan ujian kepada kita untuk menguji kesabaran dan keimanan hamba-Nya dan Insya Allah kita yakini bersama bahwa cobaan ataupun ujian tersebuat tidak melebehi kemampuan kita sebagai umat-Nya.

Dan dalam rangka membantu meringankan beban derita saudara-saudara kita yang dilanda bencana banjir dan longsor di Sape, kami bekerja sama dengan Tim Relawan di Bima mencoba mengumpulkan bantuan yang sifatnya sementara sampai pelaksanaan pemulihan dan rehabilitasi wilayah bencana dilaksanakan dan karena banyak dan luasnya wilayah yang terkena bencana banjir tersebut warga masyarakat yang terkena musibah mengalami banyak kesulitan distribusi sembako selain lahan pertanian yang memang menjadi andalan keluarga yang terkena bencana rusak rumah serta akses jalanpun hancur.
Inilah yang mendorong kami untuk mengetuk pintu rumah dan hati para dermawan terutama warga Bima diperantauan untuk bisa menyisihkan sebahagian rezeki dalam membantu kesulitan saudara kita di Sape-Bima sekedar bertahan sampai masa pemulihan dan rehabilitasi selesai.

Kami berharap dengan adanya proposal ini, masyarakat Bima dapat informasi dan menyalurkan bantuan yang tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga niat baik dan keikhlasan membantu tidak sia-sia.

Akhirnya sebagai harapan kami semoga proposal ini dapat membawa manfaat dan memberi informasi bagi kita.

Amin.


Tim penyusun













Pendahuluan

Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan oleh berita duka yang melanda saudara-saudara kita yang berada di Sape – Bima, baik dari media Televisi, Radio, Internet, Hubungan Telepon kita dengan keluarga di Sape serta Surat kabar yang beritanya kurang lebih sebagai berikut :
BIMA-Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Sape, Bima, kemarin pagi. Puluhan rumah warga ambruk dan hanyut. Musibah ini juga menyebabkan dua warga meninggal dunia. Informasi yang diserap Koran ini, banjir bandang terjadi setelah sungai yang melintas di wilayah Kecamatan Sape (sering disebut sungai Sape, Red) meluap. Sebelumnya, sejak Jumat (22/4) sore sampai kemarin pagi hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya. Akibatnya debit air di sungai itu meningkat drastis.
http://rhakateza.files.wordpress.com/2011/04/jalan-bima-sape-terputus-gara-gara-banjir-besar.jpg?w=544&h=408
Jalan Yang Menghubungkan Kab./Kota Bima & Sape Terputus (Masykur Romeo)
Dua korban meninggal adalah Muhammad Thalib alias Uba Haja, 67 tahun, warga Desa Rai Oi dan Ahmad Kasim, 60 tahun, warga Dusun Bajo SaraE, Desa Bugis. Korban Uba Haja tewas setelah terseret banjir sejauh lima kilometer. Mayatnya ditemukan di Dam Wuwu, Desa Sangia.


Tim Relawan Komunitas Babuju Posko Rai Oi (foto Kom.Babuju)
Kabarnya, sebelum banjir terjadi, korban berada di sawahnya di sekitar Dam Seme, wilayah Desa Naru Barat.  Ceritanya, korban bersama keluarganya pergi menanam jagung di sawahnya. Karena banjir datang secara tiba-tiba, korban hanya sempat berpegangan pada batang pisang. Sementara keluarganya yang lain, sempat memanjat pohon. ‘’Bersama batang pisang itu korban diseret banjir,’’ tutur Abdul Muis, salah seorang warga Rai Oi. Sementara, korban Ahmad Kasim, yang juga salah seorang pamong Desa Bugis, terseret banjir ketika membersihkan sampah di bawah kolong rumahnya. Salah seorang warga setempat, Ardiansyah mengaku, sempat mengingatkan korban untuk menunggu air surut. Selang beberapa saat, tiba-tiba korban tergelincir dan jatuh. Begitu warga menolong dan mengangkatnya, korban sudah tidak bernyawa.
Pantauan langsung Koran ini, rumah warga yang hanyut maupun ambruk diterjang banjir, kebanyakan berada di pinggir sungai. Saat kejadian, ketinggian air di permukiman warga mencapai satu hingga tiga meter. ‘’Kalau di wilayah RT 01 Desa Naru Barat, ketinggian air sekitar 1 meter. Sedangkan di wilayah RT 04, air sampai tiga meter,’’ ungkap Ketua RT 04 Desa Naru Barat H Mustamin.

Tim Relawan Komunitas Anak Muda (Babuju) bahu membahu bersama warga membersihakan puing-puing dan sampah akibat banjir di Desa Bugis (Gusu)
Tim Babuju> Mereka tak kenal lelah dan penuh keikhlasan dan ini wajib kita dukung sepenuhnya agar semangat sosial mereka tetap tertanam dalam jiwa dan raga
Musibah banjir ini menggenangi 11 desa. Namun, ada empat desa yang mengalami dampak terparah, yaitu Desa Nae, Rai Oi, Bugis, dan Desa Tanah Putih. Di Desa Nae tercatat sebanyak 16 rumah warga ambruk, di Desa Rai Oi 23 rumah, Desa 11 rumah, dan di Tanah Putih tiga rumah tertimbun longsor. Belum terhitung kerugian material lain, seperti ternak, padi maupun peralatan rumah tangga yang rusak maupun hanyut dibawa banjir. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima memperkirakan kerugian sementara akibat banjir lebih dari Rp 10 miliar.
‘’Kalau di Desa Rai Oi, jumlah rumah warga yang hancur total maupun hanyut dibawa banjir sebanyak 23 unit. Sedangkan ternak yang hanyut dua ekor kambing dan satu ekor sapi,’’ ungkap Kepala Desa Rai Oi Muhammad Ali Abubakar.
Begitu pula dengan ribuan hektare areal persawahan warga di sepanjang aliran sungai yang melintasi Kecamatan Sape. Semuanya mengalami kerusakan cukup parah. Termasuk jalan lintas Bima-Sape, tepatnya di Gunung Kalate, Desa Jia hampir putus. Separo badan jalan negara tersebut tergerus banjir.
Akses jalan yg menuju Pelabuhan Ikan Gusung Bugis terputus
Jalan Gusu Bugis Terputus akibat Banjir Bima (foto Masykur Romeo)
Musibah banjir yang terjadi di Kecamatan Sape kemarin menurut warga setempat merupakan yang terbesar selama ini. Meski diakui, setiap kali turun hujan tetap ada banjir, tapi belum pernah ada air yang meluap hingga ketinggian tiga meter di permukiman warga.
Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Kota Bima. Hujan yang terus menerus mengguyur sejak Jumat sore lalu, menyebabkan sejumlah Kelurahan di wilayah Kota Bima terendam air.
Tidak ada korban jiwa akibat luapan air dari sungai Padolo yang membelah Kota Bima. Tapi ketinggian air meningkat 50 cm, utamanya di wilayah Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga. Termasuk kompleks Pasar Raya Bima, ikut terendam air. Selain sejumlah kelurahahn terendam air, di Lingkungan Oi Mbo, Kelurahan Kumbe, tujuh orang anak sempat terjebak banjir. Mereka selamat, karena berpegangan pada pohon kayu. Begitu air sungai surut, tujuha anak tersebut diselamatkan warga. Kendati demikian ketujuh anak itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bima untuk mendapatkan perawatan medis.
(gun Lombok Post & Rakateza Blog Web)
Demikian, semoga berita atau gambaran penderitaan saudara-saudara kita di Sape-Bima dapat menggugah hati dan perasaan kita untuk dapat sedikit berbagi dan sekedar meringankan beban mereka dengan menyalurkan Bantuan melalui :
  1. Tim Relawan JABODETABEK
*> Bp. Zuraid Barahima
     Alamat : Perumahan Vila Bekasi Indah 1 Blok D1/10 Mangunjaya
     Tambun Selatan Kabupaten Bekasi HP. 082112178377 FB : Zuraid Sape Bima
     Rekening Bank BTN Bekasi Jaya Indah No. Rek : 00138-01-50-012072-9




  1. Tim Relawan Komunitas Babuju – Bima
*> Bp. JULHAIDIN
    
      Rekening BNI Cab Bima: 0216087863




Semoga Allah SWT. Membalasnya berlipat ganda, amin Allhumma amin.........!






Penting ! :
Mohon bagi para dermawan yang memberikan dana agar knfirmasi ke SMS/Call    : 085719378177
Facebook   : Zuraid Sape Bima
Email         : zuraidbima@yahoo.co.id
Blog            : http://zuraidbima.blogspot.com

2 komentar:

Boku no Blog mengatakan...

Happy Blogging dan salam Kenal Pak Bima
sukses selalu

ZURAID BIMA mengatakan...

Salam kenal juga kang !